oleh

Beban Biaya Pendampingan Rujukan dari RSMY dikeluhkan Keluarga Pasien Tak Mampu

Kesehatan -bengkuluone.co.id, Beban biaya tambahan terhadap pasien di keluhkan keluarga Alfitri Yanti pasien penderita jantung bocor dan sakit paru-paru yang dirawat di rumah sakit M Yunus Bengkulu.

Beban biaya tersebut dirasakan memberatkan pasien sebab untuk rujukan dikenakan biaya pendampingan pasien ke rumah sakit luar Provinsi Bengkulu (RS Harapan Kita, Jakarta).

Beban biaya tersebut meliputi uang harian pendamping sebesar Rp.800.000,- per hari dikarenakan 2 hari jadi biaya yang dibayarakan menjadi Rp.1.600.000, biaya pesawat pendamping pulang pergi, penginapan Rp.250.000 (menyesuaikan harga saat itu), serta biaya transpor dalam kota Rp.150.000.

Perihal biaya tersebut tertuang dalam berita acara Biaya rujukan pasien BPJS/umum pada hari Kamis, 18 januari 2018 antara pihak pertama, Yuniarti (52) keluarga pasien Alfitri dengan pihak kedua Zetri Elita, S.Kep (33) petugas ICCU RSMY Bengkulu dan diketahui oleh Kepala keuangan RSMY, Elly.

Dikatakan, orang tua dari Alfitri Yanti, Malkan, dalam berita acara tersebut tidak dituliskan biaya pesawat untuk pendamping tersebut, sedangkan pihaknya telah membayarkan uang biaya tersebut.

“Untuk bisa merujuk anak kami Alfitri ini ke Jakarta, Kami mesti mengeluarkan biaya tambahan untuk pendamping dari pihak RSMY Bengkulu, dan biaya tersebut bagi kami keluarga tidak mampu ini bukanlah biaya yang sedikit. Anak kami juga merupakan pasien BPJS. Selain kami membelikan tiket pesawat Pulang pergi(PP) perawat pendamping, kami juga harus membayar uang sakunya sebesar Rp.1.600.000,- untuk 2 hari, untuk biaya pesawat PP sebesar Rp.900.000,-,” ungkap Malkan.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni mengatakan biasanya tidak ada pembebanan biaya untuk hal yang demikian.

“Kalau Dinas Kesehatan tidak ada aturan yang membebani pasien, tapi kita tidak tahu kalau ada kebijakan atau kebiasaan Rumah sakit (RSMY), sebaiknya tanyakan Langsung saja pada pihak Rumah Sakit,” jelasnya.

Sementara itu pewarta kami masih berupaya mendapatkan keterangan dari pihak Rumah Sakit M. Yunus Bengkulu terkait permasalahan tersebut.

Untuk diketahui, Alfitri pasien penderita jantung bocor ini merupakan merupakan seorang single parent yang mempunyai bayi berusia 10 bulan. Biaya pengobatan Alfitri tersebut merupakan sumbangan sukarela dari masyarakat  dan donatur yang turut prihatin dengan kondisinya.

 

Komentar