oleh

Aksi PP dipertanyakan, Wibowo Susilo: Faktualisasi dan Isu yang di Usung Bukan Mempertanyakan Motif

Bengkulu-bengkuluone.co.id, Aksi damai yang dilakukan oleh Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila (MPC-PP) Kota Bengkulu Senin (15/4) di Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkulu, mendapat perhatian dari masyarakat kota Bengkulu bahkan menjadi pembicaraan pengiat medsos di Bengkulu yang melihat aksi tersebut merupakan bentuk eksistensi pemuda dalam melakukan kontrol sosial khususnya terhadap penegakan hukum di Kota Bengkulu, namun tidak semua pihak memliki persepsi yang sama ada pihak yang pesimis dengan gerakan yang dilakukan MPC-PP Kota Bengkulu tersebut yaitu salah satunya muncul dari Wakil Ketua II DPRD Kota Bengkulu, Teuku Zulkarnain.

Dilansir dari Pedomanbengkulu.com Teuku menyayangkan adanya aksi damai tersebut. Terlebih lagi, menurut dia, sejumlah permasalahan yang dipertanyakan oleh MPC-PP tersebut proses hukumnya sedang dalam proses penanganan pihak Kejaksaan selain itu pihaknya sangat yakin dengan profesionalisme serta keindepedensian aparat hukum dalam menjalankan tugasnya. “Saya sangat menyangkan adanya demo tersebut,” ujar Teuku.

Dilain sisi, Teuku justru mempertanyakan apa latar belakang pelaksanaan demo tersebut. Pasalnya, Teuku menilai jika demo tersebut menyuarakan persoalan pribadi dan merupakan hal yang tidak fair. “Nah sekarang yang jadi pertanyaannya, ada apa dibalik demo ini? Saya melihat justru mengangkat dan menyuarakan persoalan pribadi di sana. Saya lihat tadi malah ada disebut dan diteriaki nama Sekda, istri Pak Helmi. Itukan hal yang tidak baik dan tidak fair,” tegas Teuku.

Teuku juga menilai jika demo tersebut seolah memunculkan dan mengklaim jika kebenaran milik mereka saja. Tentu nantinya akan ada pihak lain yang juga akan menganggap hal itu tidak benar. “Jika ada hal yang tidak jelas dan bersifat pribadi, sebaiknya dimusyawarahkan atau dilakukan diskusi. Hasilnya akan lebih baik,” tegas Teuku.

Menanggapi pernyataan Wakil Ketua II DPRD Kota tersebut Wibowo Susilo yang merupakan sekretaris DPC Pemuda Pancasila Kota Bengkulu, perlu dilihat dari aksi yang dilakukan Pemuda Pancasila yaitu pada faktualisasi dan isu yang di usung bukan mempertanyakan motif, sebab yang tau mengenai Motif hanya Pelaku dan Tuhan.

“Semua demo itu punya motif, pribadi, kelompok atau apapun, namun faktualisasinya yang perlu dilihat. Yang tau benarnya sebuah motif hanya pelaku dan Tuhan. Bodoh atau gila orang yang bertindak tapi tidak punyanya alasan. Namun esensinya bukan pada motif, melainkan pada isu yang diusung”. ujar Bowo

Selain itu Bowo menambahkan bahwa dalam melihat suatu persoalan sering kali pihak yang merasa terancam akan membuat argumentasi untuk membela diri, namun publiklah nanti yang menilai seberapa kuat suatu argumentasi itu dapat diterima.

“Namanya demo, pasti ada sasaran, yang disasar itu sering tidak terima dan membuat argumentasi. Argumentasi itu juga punya motif. Motif membela, melindungi atau lainnya. Ini hanya soal kita berdiri dimana, berpihak pada siapa, sehingga harus menggunakan argumentasi apa dan bertindak bagaimana. Ruang publik adalah ajang menunjukkan seberapa kualitas sebuah argumentasi” Pungkas Bowo.

Diketahui sebelumnya Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila (MPC-PP) Kota Bengkulu melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bengkulu, terkait menyuarakan sejumlah kasus yang melibatkan pejabat di lingkungan Pemerintahan Kota Bengkulu agar segera dituntaskan dan ditetapkan tersangkanya yaitu kasus Bansos dan uang Rp 500 juta di DPPKAD yang diduga melibatkan petinggi pemerintahan kota.

Komentar