oleh

Berjualan di wilayah Bengkulu, Imigrasi Deportasi Satu WNA asal Cina

bengkuluone.co.id : Kantor Imigrasi Kelas 1 Bengkulu akhirnya mendeportasikan satu Warga Negara Asing (WNA) bernama Tang Xunqi ke Negara asalnya Cina, sekaligus diusulkan kepada Direktorat Jenderal Imigrasi, untuk penangkalan selama 6 bulan kedepan tidak bisa masuk wilayah Indonesia.
Pendeportasian sekaligus penangkalan satu WNA asal Cina berusia 28 tahun yang terjaring razia Polres Seluma baru-baru ini, lantaran ketika saat pemeriksaan yang bersangkutan tidak bisa menunjukan dokumen perjalanan ataupun izin tinggalnya.
“Kita memberikan tenggang waktu selama satu minggu kepada yang bersangkutan untuk dapat menunjukan paspornya. Tapi berselang tiga hari, diakui, paspornya sudah dikirimkan oleh pihak perusahaan yang mempekerjakannya. Dimana yang bersangkutan menggunakan Visa On Arrival (VOA),” ujar Kepala Kantor Imigrasi Bengkulu, Rafli, di Bengkulu
Menurutnya, pelanggaran lain yang dilakukan WNA itu, karena tidak sesuai dengan izin tinggal yang diberikan oleh Imigrasi. Pasalnya yang bersangkutan melakukan penjualan barang berupa aksesoris handpone di wilayah Bengkulu Selatan dan Seluma, Provinsi Bengkulu.
“Sebetulnya VOA itu bisa digunakan untuk kegiatan wisata dan bisnis, tapi bukan untuk bekerja jualan. Sehingga sesuai Undang Undang No. 6 tahun 2011 tentang keimigrasian, khususnya pasal 71 (b) nya sudah tidak terpenuhi lagi, karena yang bersangkutan sudah menunjukan paspornya. Tapi terkait dugaan pelanggaran lain, kita langsung deportasi ke Negara asalnya, sesuai pasal 75 ayat 2 (f), dan disertai dengan penangkalan selama enam bulan,” katanya, Selasa, (7/11/2017).
Ditambahkannya, pendeportasian yang bersangkutan, di bawah pengawalan petugas Imigrasi Bengkulu, dengan menggunakan pesawat Garuda GA299 sore ini dari Bandara Fatmawati menuju Jakarta, dan menggunakan Pesawat China Eastern Airlines MU5070 dari Jakarta menuju Pudong China, malam nanti.
“Untuk biaya pendeportasian WNA ini menggunakan biaya dari penjaminnya di Jakarta, sekaligus biaya pengawalan dari petugas kita,” tandasnya.(red)

Komentar