oleh

BPOM Bengkulu Gelar FGD Berantas Penyalahgunaan Obat dan Makanan Ilegal

 

Bengkulu-bengkuluone.co.id, Mewujudkan masyarakat yang sehat dan menciptakan generasi yang sehat, Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Bengkulu, melaksanakan Focus Group Disussion (FGD) Pemberantasan Penyalahgunaan Obat dan Makanan Ilegal di Provinsi Bengkulu, Selasa, (3/4/2018).

Pelaksanaan FGD yang bertempat di salah satu hotel di Kota Bengkulu, di buka oleh Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah.

Plt Gubernur Rohidin menyatakan, makanan, minuman dan obat merupakan produk yang paling dekat serta selalu melekat di dalam keseharian masarakat, agar wajib diperhatikan keamanannya bagi kesehatan, terkhusus kepada yang ber-Agama Islam adalah ke halalannya.

“Dalam pengawasan terhadap makanan, minuman maupun obat, juga tidak hanya menjadi tanggung jawab BPOM saja, melainkan semua unsur, baik kabupaten/kota serta instansi dalam rangka menjaga kesehatan masarakat,” ujarnya.

Selain itu Rohidin juga meminta, stakeholders dari semua instansi kabupaten/kota harus bersinergi, baik dari sisi penganggaran maupun personil untuk melakukan pengamanan bahan pangan maupun obat-obatan.

“Diharapkan melalui FGD ini, dapat dihasilkan rumusan efektif dalam rangka pengawasan, pemberantasan serta penyalahgunaan obat dan makanan ilegal di Provinsi Bengkulu kedepannya,” harapnya.

Senada dengan itu, Kepala BPOM Bengkulu Burhanuddin Gumay menjelaskan, pihaknya beberapa waktu lalu telah melakukan operasi pasar di berbagai Kabupaten di Provinsi Bengkulu, yang menemukan 91 pcs produk ikan mackarel kaleng lokal yang di larang.

“Kita telah melakukan pengamanan, kita tidak melakukan pemusnahan namun produk telah kita segel dan kita kembalikan kepada distributor yang kebetulan juga memang ada disana,” katanya.

Disamping itu Ia juga mengharapkan, dalam mengatasi berbagai masalah obat dan makananan yang terjadi, pihak BPOM dalam bekerja juga tidak bisa sendiri. Untuk itu pihaknya mengharapkan sinergi dari semua Kepala Daerah dalam mendukung program BPOM.

“Kami harus bersinergi, terutama bersama pimpinan daerah mencoba menformulasikan pengawasan ini agar lebih baik. Sehingga generasi muda kita mengkonsumsi obat maupun makanan yang benar sehat dan baik,” tutupnya.(red-3)

Komentar