oleh

Dewan Kota Sidak Jalan Provinsi Bengkulu “Sangat Memprihatinkan”

Dewan kota sidak jalan provinsi yang memprihatinkan

Bengkulu-bengkuluone.co.id, Jalan Provinsi yang berada di dalam kota Bengkulu kondisinya sangat memprihatinkan di beberapa titik sehingga mendapat perhatian dari Dewan kota Bengkulu yang melakukan inspeksi mendadak (Sidak) melihat kondisi jalan yang seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi Bengkulu.

Sidak yang dipimpin langsung oleh Waka II DPRD Teuku Zulkarnain,SE didampingi  Kusmito Gunawan, SH.MH Ketua Fraksi PAN, Anggota DPRD Kota, Minharsi dan Jajaran Pegawai DPRD Kota Bengkulu digelar di dua Wilayah masing-masing Kelurahan Sumber Jaya dan Kelurahan Bentiring Permai, Senin (12/2) Pukul 14.00 WIB.

Jalan berlobang berbahaya bagi penendara dimalam hari

Dalam sidak tersebut Wakil Ketua II Teuku Zulkarnain, SE menjelaskan bahwa Sidak yang dilakukab salah satu bukti kepedulian dewan terhadap Masyarakat Kota Bengkulu,  yang hingga saat ini, perhatian Pemerintah Provinsi Bengkulu sepertinya belum terfokus memperbaikan ruas jalan yang tercatat sebagai aset Pemerintah Provinsi Bengkulu. Masyarakat pengguna jalan sering mengeluhkan rusaknya kondisi jalan yang sering “menyumbang” kecelakaan lalu lintas.

Teuku menghimbau, jika Dinas PUPR Provinsi tidak mampu memperbaiki jalan Martadinata alasan terkendala dalam penganggaran, demi kepentingan masyarakat sebaiknya aset tersebut diserahkan penanganannya ke Pemerintah Kota Bengkulu.

Kondisi jalan provinsi dapat menelan korban jiwa

Hal yang sama disampaikan Kabid Bina Marga Dinas PUPR Kota Bengkulu, Rozy Ismariandi, bahwa sudah berkali-kali mengajukan pengalihan penanganan ruas jalan tersebut ke Dinas PUPR Provinsi Bengkulu supaya segera diperbaiki demi kenyamanan masyarakat penguna jalan.

Menurut salah satu Warga kelurahan Sumber jaya yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan bahwa sekitar 5 tahun terakhir kondis jalan tersebut seakan dibiarkan tanpa perbaikan sehingga kondisinya sangat memprihatinkan dan telah memakan banyak korban.

 

Komentar