oleh

Direktur Bank Bengkulu Agus Salim : Temuan BPK itu Biasa

Bengkulu-bengkuluone.co.id, Rencana pemindahan Kas  Daerah (KASDA) kota Bengkulu ke Bank Bengkulu yang saat ini masih berada di bank mandiri syariah menimbulkan pro dan kontra di tengah masyarakat Bengkulu.

Terkait pro dan kontra ditengah masyarakat tersebut merupakan hal biasa menurut Budiman Ismaun Caretaker Walikota Bengkulu pemindahan KASDA ke bank Bengkulu lebih banyak memiliki manfaat dari pada KASDA di tempatkan di bank Mandiri Syariah.

Pemindahan KASDA  yang  merupakan salah satu agenda Caretaker walikota Bengkulu mendapat kritik dari H. Sasriponi Bahrin Ranggolawe yang mengaku sebagai dewan pensehat Forum Kota Membangun (FAKAM), menurut Sasriponi rencana pemindahan KASDA tersebut tidak tepat sebab bertentangan dengan kebijakan walikota Bengkulu terdahulu.

“Pemindahan KASDA dari bank mandiri syariah ke bank Bengkulu tidak tepat sebab bertentangan dengan kebijakan walikota Bengkulu terdahulu bapak Helmi Hasan yang ingin supaya pengelolaan keuangan daerah kota Bengkulu terbebas dari riba, saya heran kenapa Caretaker walikota tetap ngotot ingin memindahkan KASDA ada apa ini” ungkap sasriponi

Menurut  Sasriponi jika tetap dilakukan pemindahan KASDA ke bank Bengkulu pejabat caretaker harus bertanggung jawab terhadap permasalahan yang muncul di kemudian hari sebab diduga bank Bengkulu saat ini bermasalah.

“ Jika Caretaker Walikota tetap ngotot memindahkan KASDA saya minta beliau membuat surat pernyataan untuk siap bertangung jawab dan menanggung resiko terkait kebijakan pemindahan bank tersebut, sebab setahu saya saat ini bank Bengkulu bermasalah dalam pengelolaannya sehingga menjadi temuan BPK provinsi Bengkulu” ungkap sasriponi

Menurut Caretaker Walikota Bengkulu Budiman Ismaun  tidak benar bank Bengkulu saat ini tidak sehat sebab saat ini bank Bengkulu menempati peringkat 7 nasional.

“Kalau kita melihat dari laporan pemimpin bank Bengkulu, saat ini bank Bengkulu mendapat peringkat 7 nasional artianya tidak bisa kita mengatakan bank Bengkulu tidak sehat, sebab penilaian itu bukan main main, peringkat 7 itu sudah hebat sekali untuk kota kecil seperti Bengkulu ini” ujar Budiman

Sementara itu menurut Agus Salim Direktur Utama Bang Bengkulu kebenaran Bank Bengkulu peringkat 7 Nasional dapat dilihat di majalah. “Lihat saja di majalahnya,  itukan ada peringkat berapa” ujar Agus salim via Telpon

Sedangkan terkait dengan temuan BPK tahun buku 2015, 2016 dan 2017  berdasarkan audit yang dilakukan BPK perwakilan provinsi Bengkulu, itu hal biasa. “Itu biasa temuannya sudah kita folowup” pungkas Agus Salim

Menurut sumber media ini dalam pemeriksaan operasional PT. Bank Pembangunan Daerah Bengkulu  tahun buku 2015, 2016, 2017 (semesterI) diketahui sekurangnya ada 5 hal yang menjadi catatan dan temuan BPK Provinsi Bengkulu antara lain:

  1. Pengendalian sistim OLIBS belum sepenuhnya memadai dan daftar nominatif belum mengambarkan kondisi sebenarnya atas status deposito
  2. Pemberian suku bunga atas 96 Deposito belum sesuai ketentuan berlaku
  3. Bank Bengkulu belum menata usahakan dokumen kelengkapan kredit secaramemadai, belum memiliki SOP ataupun petunjuk Teknis terkait perhitungan nilai taksasi agunan dan perpanjangan kredit modal kerja (KMK) Revolving
  4. PT Bank Bengkulu belum mengelola subrogasi kredit secara memadai dan belum mengungkapkan Subrogasi pada laporan keuangan dan
  5. Pelaksanaan pekerjaan pembangunan Gedung kantor dilingkungan PT. Bank Bengkulu tidak sesuai kontrak sebesar Rp.  3.444.192.842,82 dan perpanjangan waktu perlaksanaan perkerjaan yang dituangkan dalam addendum kontrak tidak sesuai syarat syarat umum kontrak sehingga penyelesaian pekerjaan melebihi jangka waktu kontrak tidak dikenakan denda sebesar Rp. 801.190.000.00

 

 

Komentar