oleh

Diskop dan UKM Bengkulu Fasilitasi Masalah Koperasi dan UKM

Bengkulu-bengkuluone.co.id, Dari Rapat Koordinasi (Rakor) perencanaan pusat dan daerah bidang Koperasi dan Usaha Kecil Mikro Menengah (UMKM) tahun 2018, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bengkulu telah menyelaraskan program dan kegiatan menuju Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) yang berkualitas dan berdaya saing di Provinsi Bengkulu.

Dari hasil evaluasi pihaknya terhadap pertumbuhan dan perkembangan koperasi di zaman now ini, yang jumlahnya mencapai 2.600 lebih. Sedangkan yang aktifnya masih sangat kecil. Berbeda dengan UKM yang jumlahnya mencapai 200 ribu lebih, sebagian besar masih baik. Sehingga masalah yang dihadapi koperasi dan UKM tersebut, harus dicarikan solusinya secara bersama-sama dengan difasilitasi oleh dinas teknis. Apalagi diketahui UKM sekarang ini sudah menjadi penopang ekonomi untuk bangkit secara nasional,” ungkap Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Muslih Z, di Bengkulu.

Menurutnya, masalah yang dihadapi koperasi di zaman now, karena permasalahan modal yang berbeda di zaman dahulu disediakan, tapi sekarang tidak lagi harus berdiri sendiri. Sementara untuk UKM, dengan modal sendiri, meski belum ada badan hukum, sudah bisa berjalan.

Untuk itu, masalah tersebut kita carikan solusi secara bersama-sama dari aspek permodalan, kelembagaan, keterampilan, manajemen dan Sumber Daya Manusia (SDM)-nya, melalui pendampingan.

“Solusi yang akan diambil nantinya, selain turun ke lapangan, juga akan memfasilitasi akses permodalan kepada pihak perbankan. Mengingat pihaknya sudah menargetkan dalam satu tahun ini sebanyak 1.000 UKM bisa mendapatkan bantuan permodalan, dengan bunga murah,” katanya, Jumat, (23/3/2018).

Selain itu dikatakan, pihaknya juga sudah membuka akses pengiriman produk-produk yang dihasilkan Koperasi ataupun UKM dengan biaya murah ke luar Bengkulu, melalui salah satu cargo maskapai penerbangan.
Sementara untuk akses pemasaran produk-produk, juga sudah melakukan MoU dengan PT. Telkom.

“Kita minta data-datan produk yang layak melalui dinas teknis yang ada di kabupaten dan kota, nanti kita masukan ke belanja online kerjasama dengan Telkom,” jelasnya.

Disamping itu juga ditambahkan Muslih, pihaknya juga saat ini masih melakukan penjajakan terhadap gagasan program lainnya, agar keberadaan Koperasi dan UKM di Bengkulu bisa berkualitas dan berdaya saing, diantaranya, jasa angkutan laut.

“Kita sedang jajaki kerjasama dengan keberadaan Pelabuhan Pulau Baai bisa dimanfaatkan untuk pengiriman produk dalam jumlah yang besar ke luar Bengkulu, diangkut oleh kapal laut melaui peti kemas nantinya,” tutupnya.(red-2)

Komentar