oleh

Emir Moeis Ragukan Keseriusan SBY Dukung Jokowi

Emir moeis politisi PDIP

Jakarta-bengkuluone.co.id, Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) akan diselenggarakan pada 17 april 2019, namun manuver elit politik Nasional semakin dinamis dimana Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberikan sinyal untuk mendukung Jokowi pada Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (pilpres) 2019. Hal tersebut disampaikan SBY pada saat Rapat Pimpinan Nasional Partai Demokrat di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (10/3).

“Jika Allah S.W.T., Tuhan yang Mahakuasa, menakdirkan, sangat bisa Partai Demokrat berjuang bersama Bapak, (jokowi-red)” kata SBY dalam pidatonya.

SBY mengatakan, Jokowi tentu sangat memahami, sebagaimana pengalaman SBY di Pilpres 2004 dan Pilpres 2009, perjuangan bersama apa pun namanya, apakah koalisi, berhasil jika kerangka perjuangannya tepat. “Visi dan misi platform pemerintahan Indonesia di 2019-2024 juga tepat jika disusun secara bersama. Tentu, Partai Demokrat ikut menjadi bagian dalam menyusun agenda dan platform ke depan,” ujar SBY.

 

Dilansir dari koran sulindo.com , kesungguhan SBY dalam pidatonya itu masih diragukan politisi senior PDI Perjuangan Emir Moeis. “Mau dukung karena memang satu visi atau karena pragmatisme politik?” tutur Emir, Sabtu sore.

Selain itu, menurut penilaian Emir, jumlah partai pendukung juga tidak begitu menentukan kemenangan suatu calon. “Yang menentukan kemenangan tetap rakyat. Karena itu, Presiden Jokowi teruslah bekerja untuk menyejahterakan rakyat, membuat maju bangsa ini. Rakyatlah yang akan menentukan Jokowi akan menjadi presiden lagi atau tidak. Janganlan terlalu yakin koalisi partai akan berperan besar dalam menentukan kemenangan,” kata emir

Emir juga mengingatkan bagaimana kekalahan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dalam Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017, walau survei mengatakan elektabilitas Ahok tinggi, hampir 60%, dan tingkat kepuasan masyarakat atas kepemimpinan Ahok-Djarot mencapai 72% serta didukung banyak partai.

“Karena itu, para pendukung Jokowi selama ini jangan lengah, terutama kader PDI Perjuangan. Lakukanlah kerja-kerja politik yang cerdas serta bermanfaat bagi bangsa dan negara.  Apalagi, sekarang ini juga kita punya banyak anak muda yang secara intelektual, penampilan, dan punya bakat kepemimpinannya bagus, yang berpotensi menjadi kandidat presiden. Jadi, jangan sampai kecolongan,” tutur Emir.

Komentar