oleh

Gunakan Atribut Partai, Klaim Dukungan Untuk Paslon Independen Merugikan Kubu Romahurmuzzyi

bengkuluone.co.id, Terkait dukungan politik yang diberikan pengurus DPW serta DPC PPP Bengkulu versi Djan Faridz, terhadap pasangan balon Walikota dan Wakil Walikota dari jalur Independent, Mayor Inf. David Suardi dan Bakhsir, baru-baru ini, di bantah jika PPP mendukung salah satu Bakal Paslon Perseorangan pada Pilwakot Bengkulu tahun 2018 mendatang.
Ketua DPW PPP Provinsi Bengkulu M. Nasir Jahiyah menyatakan, pihaknya tidak mau berandai-andai dengan rombongan yang mengaku pengurus PPP kubu sebelah.
Pasalnya sesuai keputusan DPP dan kesepakatan KPU, yang berhak memberikan dukungan untuk Pilkada serta menjadi peserta Pemilu Legislatif dan Pilpres, yang mengantongi SK KemenkumHAM, dan pihaknya dari PPP Romahurmuzziy adalah yang memiliki SK MenkumHam.
“Untuk Pilwakot tahun depan dengan modal tiga kursi di DPRD Kota, kami masih belum memutuskan siapa yang akan di dukung. Hanya saja, dari tahapan penjaringan dan pendaftaran sesuai Juklak dan Juknis yang telah dilakukan oleh DPC PPP Kota Bengkulu sampai tahap fit and proper test, dan hasilnya telah disampaikan ke DPP. Sehingga saat ini, kami masih menunggu keputusan dari DPP,” ungkapnya, Kamis, (14/12/2017).
Selain itu ditegaskannya, apabila ada oang atau kelompok tertentu yang mengklaim, dukungan tersebut bukan resmi dari partai melainkan orang secara pribadi.
“Kita hingga saat ini DPP belum memberikan surat rekomendasi siapa yang akan diusung atau pun didukung, mungkin itu dukungan yang mengaku dari sebelah dan bukan atas nama PPP,” katanya,
Sejalan dengan itu, Sekretaris DPW PPP Yuliswan Ganim menegaskan kembali, untuk kepengurusan PPP yang sah dan diakui pemerintah saat ini, PPP dengan pimpinan Ketum Romahurmuzziy, Sekjen Asrul Sani.
Sedangkan di Bengkulu di-Ketuai Nasir Jahiyah, Sekretaris dirinya sendiri. Sementara untuk DPC PPP Kota Bengkulu ada Dedi Exwan dengan sekretarisnya Rolin Andriyani.
“Apabila ada yang mengatas-namakan sebagai pengurus PPP kemudian menggunakan atribut, apalagi sampai memberikan dukungan secara organisasi PPP, kami merasa sangat dirugikan. Sementara kami belum menetapkan dukungan apapun,” ujarnya.
Menyikapi dukungan yang mengatas-namakan PPP, diakui, pihaknya akan menelusuri kejadian tersebut, dan nantinya juga tidak akan segan-segan melaporkan ke aparat penegak hukum.
“PPP hanya ada satu baik dari pusat sampai kedaerah, dan tidak ada dua. Saat ini PPP Romahurmuzziy sudah menguasai kembali kantor DPP di Jalan Ponegoro dan yang lain tidak diakui,” tutupnya.(red-3)

Komentar