oleh

Komisi II DPRD Kota Sidak Proyek Pembangunan Balai Kota Bengkulu

Bengkuluone.co.id – Komisi II DPRD Kota Bengkulu melakukan sidak ke lokasi proyek pembangunan balai kota di kawasan Pekan Sabtu, Senin (24/10/2022).

Bangunan yang memakan anggaran puluhan miliar tersebut masih dalam proses pengerjaan yang terdiri dari bangunan balai kota, guest house, masjid, dan bangunan pendukung lainnya. Diperkirakan, proyek tersebut bisa selesai pada tahun depan.

Wakil Ketua Komisi II DPRD kota Pudi Hartono berharap agar dalam pengerjaan proyek tersebut, pihak pelaksana bisa bekerja sesuai target dan jangan sampai menjadi permasalahan di kemudian hari.

Selain itu, ia menegaskan agar bangunan yang dibuat sesuai dengan spek yang direncanakan saat penganggaran.

“Kita harapkan bangunan yang dibuat ini bisa dikerjakan sesuai target waktu dan harapan kita setelah proyek ini selesai agar tidak menjadi temuan atau permasalahan di kemudian hari. Bentuk pengawasan kita di komisi, semoga tidak ada masalah dan proses bisa dikerjakan dengan baik,” jelas Pudi.

Sementara itu, Kabid Cipta Karya PUPR Kota Bengkulu, Agus Wijaya menjelaskan, saat ini progres pengerjaan proyek tersebut sudah masuk 70 persen dan dalam waktu dekat tinggal pemasangan kubah besar dan plafon hingga pengerjaan mencapai 80 persen. Sesuai kontrak, target penyelesaian pada tahun ini sampai akhir Desember 2022.

“Progres kita sudah 70 persen, dan Minggu depan kita upayakan sampai 80 persen karena kita tinggal tunggu kubahnya sampai yang dikirim dari luar daerah,” kata Agus.

Pada awal penganggaran, pemkot Bengkulu menganggarkan Rp 70 miliar untuk pembangunan kawasan kota merah putih tersebut untuk tahap awal. Setelah itu, pemkot kembali mengusulkan anggaran Rp 70 miliar untuk pembangunan tahap kedua.

Namun usulan tersebut selalu mendapat penolakan dari salah satu anggota DPRD kota, Ariyono Gumay yang mengatakan jika proyek tersebut terlalu besar menyedot anggaran. Apalagi proyek tersebut dinilai belum memiliki urgensi dan belum pas dibangun pasca kesulitan ekonomi akibat pandemi Covid-19.(Adv)

Komentar