oleh

LPG PSO Diminati se Sumbagsel, Pertamina Minta Pengawalan Masyarakat

Bengkulu-bengkuluone.co.id, Penyaluran LPG di wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) terhitung dari Januari sampai Maret 2018, untuk PSO atau tabung gas ukuran tiga Kilogram (Kg) sudah mencapai 123.678 tabung.

Dari jumlah tersebut, terbesar Sumatara Selatan mencapai 40 persen dan terkecil Bangka Belitung 6 persen, dan di susul Bengkulu 8 persenan.

“Untuk realisasi non PSO, Bright Gas 5,5 Kg sudah 872 tabung, dengan terbesar Sumatera Selatan 31 persen, dan terkecil Bangka Belitung 5 persen, serta disusul Bengkulu sebesar 14 persen. Lalu, untuk Bright Gas 12 Kg realiasinya mencapai 1.988 tabung dengan terbesar Sumatera Selatan 40 persen, dan terkecil Bengkulu sebesar 3 persen. Kemudian, untuk realiasi Elpiji 12 Kg sebesar 9.084 tabung, dengan terbesar Sumatera Selatan 27 persen, dan terkecil Bengkulu sebesar 9 persen. Sehingga jika dijumlahkan secara keseluruhan untuk realisasi penyaluran non PSO, sekitar 12 ribuan tabung,” ungkap Region Manager Communication& CSR PT Pertamina Sumbagsel, Hermansyah Y Nasroen, Jumat, (13/4/2018).

Diakuinya, jika melihat antara data penyaluran PSO dengan non PSO, sangat berbeda jauh, atau sekitar 10 persen dari PSO.

Dengan perbedaan data yang cukup jauh tersebut, pihaknya mengingatkan dalam penggunaan LPG PSO, agar tepat sasaran. Mengingat dalam penyaluran LPG ukuran tiga kilogram tersebut, ada kuotanya.

“Jika LPG PSO digunakan juga oleh masyarakat yang semestinya tidak menggunakan 3 Kg, tentu akan ikut menggerus kuota yang ada. Kasian saudara-saudara kita yang seharusnya benar-benar berhak justru tidak mendapatkannya,” terangnya.

Disamping itu ditambahkannya, untuk jalur distribusi LPG tersebut, sebenarnya hanya sampai ke tingkat pangkalan. Artinya Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan Pemerintah Daerah setempat berlakunya di pangkalan. Sehingga setelah berada di tingkat pengecer, bukan lagi menjadi tanggung jawab pertamina.

“Harga LPG itu berlaku di tingkat pangkalan dan bukan pengecer. Jadi kita anjurkan masyarakat membeli di tingkat pangkalan dan bukan pengecer. Apalagi biasanya harga tersebut naik ketika sudah berada di tingkat pengecer di wilayah masing-masing,” tutupnya.(red-2)

Komentar