oleh

M Saleh : Bengkulu Butuh Perhatian Lebih Pemerintah Pusat

Bengkulu-bengkuluone.co.id, Anggota DPD RI dari Dapil Bengkulu M Saleh meminta, Pemerintah Pusat agar dapat berperan aktif untuk mensuport pembangunan Provinsi Bengkulu. Mengingat tanpa adanya perhatian khusus, dikawatirkan Bengkulu kesulitan untuk keluar dari ketertinggalannya.

“Kita minta dalam suport penganggaran oleh Pemerintah Pusat untuk Bengkulu, agar tidak melihat besarnya jumlah penduduk. Pasalnya jika melihat jumlah penduduk Bengkulu yang masih sedikit, akan kekurangan terus. Sehingga perlu pemikiran yang konprehensif dengan mempertimbangkan faktor lain di luar jumlah penduduk, seperti soal ketertinggalan,” ungkap Saleh, ketika menyikapi Rapat Kerja Pembangunan Daerah (RPKD) Provinsi Bengkulu untuk tahun 2019 di Bengkulu.

Dikatakan, dengan telah dipaparkannya rencana pembangunan daerah provinsi Bengkulu untuk tahun 2019 oleh Pemerintah Provinsi dihadapan perwakilan Pemerintah Pusat, dapat mengetahui kondisi riil daerah Bengkulu kekinian. Sehingga kondisi tersebut, mau tidak mau harus dipikirkan secara bersama-sama, agar perkembangan Bengkulu bisa sejajar dengan daerah provinsi tetangga.

“Tanpa intervensi pemerintah pusat, dikawatirkan Bengkulu akan masih tertinggal dari daerah lain yang sudah dahulu lebih maju,” ujarnya, Jumat, (13/4/2018).

Selain itu Senator ini juga memberikan apresiasi atas rencana Pemprov Bengkulu dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, seperti, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Jalan Tol, Pelabuhan Laut dan Udara, serta membuka akses keterisolasian daerah tertinggal, merupakan langkah yang sangat bagus dan perlu dukungan semua pihak termasuk, lagi-lagi Pemerintah Pusat. Mengingat semua rencana tersebut tidak dipungkiri membutuhkan dana yang cukup besar. Sedangkan anggaran daerah sangat terbatas untuk mengkafernya.

“Diharapkan benar-benar, Pemerintah Pusat dapat memperhatikan Bengkulu agar bisa mandiri kedepannya, Pasalnya Bengkulu juga ibu pertiwi-nya Indonesia,” katanya.

Disamping itu Ia juga sependapat dengan rencana Pemerintah Provinsi untuk pemanfaatan Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu sebagai pintu gerbang ekonomi Bengkulu. Artinya, setiap komoditi dari Bengkulu, baik itu Batu Bara, Sawit, CPO dan Kopi serta lain sebagainya harus keluar melalui pelabuhan Pulau Baai.

“Jika selama ini komoditi tersebut di ekspor keluar Bengkulu tidak melalui Pelabuhan Pulau Baai, kedepan harus di dorong dari Pelabuhan Pulau Baai, dan kebijakan itu lagi-lagi perlu dukungan,” demikian Saleh.(red-1)

Komentar