Mahasiswa LPDP-PKUMI dapat Penguatan Metodologi Riset dari Profesor Amerika Serikat 

California – Kelas Progres Disertasi Bersama Prof. Muhamad Ali terlaksan pada Selasa, 23 April 2024 di kampus University of California, Riverside (UCR) untuk ke sekian kalinya.  Prof. Muhamad Ali, Guru Besar bidang Islam dan Middle East Studies di Departemen Study of Religion UCR, adalah mentor tiga belas visiting scholar mahasiswa Doktoral Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal (PKUMI) yang sedang Short Course di kampus tersebut.

Di awal pertemuan, Prof. Ali kembali menegaskan bahwa kehidupan ideal mahasiswa doktoral adalah scholarly attitude (sikap ilmiah) yang ditunjukkan dengan curiosity (rasa ingin tahu).

Kegiatan bimbingan ini juga merupakan lanjutan brainstorming di dua pertemuan sebelumnya. Pada kelas kali ini, masing-masing mahasiswa  diminta untuk menyampaikan progress disertasinya masing-masing. Kelas berlangsung santai, namun serius. Selain presentasi tentang laporan disertasi, mahasiswa juga  curhat tentang kendala dalam proses pengerjaan disertasi.

Dalam momen tersebut, Prof. Ali memberi beberapa catatan penting terkait hal ihwal penulisan disertasi. Di antaranya.

Pertama, tidak semua yang penting dan menarik itu cocok jadi disertasi Anda!

Banyak hal penting dan menarik di sekitar kita, namun apakah semuanya cocok diangkat menjadi topik disertasi? Belum tentu. Hal ini bergantung pada banyak pendukung, misal passion, latar belakang disiplin keilmuan, ketersediaan referensi dan data, dan lainnya.

Kedua, visible. Kita juga harus bisa membayangkan jawaban dari pertanyaan penelitian, sehingga kita bisa memprediksi, apakah jawaban tersebut bisa terpenuhi atau tidak. Visibility ini dapat diukur dari kemampuan untuk meneliti, ketersediaan data atau bukti, dan semacamnya.

Ketiga, specific and deep not general and narrow

Topik dalam disertasi itu, jika semakin khusus dan dalam, maka akan semakin bagus; tidak sebaliknya, makin melebar dan umum, akan membuat dangkal dan akan tidak bagus. Sebagai contoh, jika membahas tentang Ibn ‘Arabi, maka fokuslah pada Ibn ‘Arabi, kulik sedalam-dalamnya tentang beliau, jangan melebar kemana-mana. Tulis apa yang akan kamu jawab, jangan tulis apa yang kamu tahu’. Demikian kurang lebih pesan dari Prof. Ali.

Ke empat, address the question!

Fokus menjawab pertanyaan (penelitian), jangan berlama-lama di penjelasan lain. Kalau pun harus membahas teori atau diskursus, hal ini bisa diselipkan di sela-sela proses menjawab pertanyaan (penelitian) tersebut.

Dengan demikian, disertasi akan menjadi efektif dan efisien. Oleh sebab itu, untuk bab dua disertasi, bab tiga, hingga sebelum kesimpulan, fokuslah menjelaskan jawaban pertanyaan penelitian.

Di akhir kelas, Prof. Ali kembali meruntutkan tahapan pengerjaan disertasi. Dimulai dari menjawab pertanyaan Why I really care about this topic? Hal ini untuk menyampaikan signifikansi dari sebuah penelitian. Kemudian lanjut ke tahapan What is your research question?

Pertanyaan penelitian harus jelas agar peneliti tahu apa yang akan dia lakukan, dan penelitian pun bisa fokus. Kemudian berlanjut pada How do you address this question? Pada tahapan ini, mulai muncul kebutuhan terhadap teori dan pendekatan yang akan digunakan.

Tantangan peneliti di bagian ini adalah fokus menjawab pertanyaan penelitian, tidak menjawab pertanyaan di luar penelitian. Setelah itu, baru sampai pada tahapan What is your answer to this question? Di bagian ini jawaban dari seorang peneliti akan ditemukan.

Kelas yang awalnya direncanakan berlangsung dua jam, dari pukul 10.00 AM – 12.00 PM, ternyata berakhir hingga pukul 02.00 PM. Setelah kelas selesai, baru terasa bahwa kami semua lapar, sudah waktunya untuk makan siang.

Komentar