oleh

Makam Bajaj Tak Seseram Seperti Kuburan Pada Umumnya

Bengkuluone.co.id, – Apa yang terlintas di benak traveler saat mendengar kata ‘makam’ atau ‘kuburan’?

Serem? Angker? Tenang?

Tapi tenang dulu guys, enggak semua makam identik sama tempat horor.

Coba tengok makan yang satu ini.

Adalah daerah Cideng, Jakarta Pusat, jadi satu spot yang digunakan untuk mengistirahatkan bajaj-bajaj berwarna orange.

Bajaj mesin 2-tak dengan asapnya tebal banyak keluar dari knalpotnya ini udah jadi legenda kendaraan Jakarta.

(kompas.com)

Bajaj-bajaj itu ditinggalkan pemiliknya begitu saja seiring diterapkannya larangan bajaj oranye beroperasi di Ibu Kota.

Bajaj-bajaj itu sudah rusak dan terlihat nggak terawat.

Jalan bernama Gang Makmur Raya itu kelihatan bagai kuburan bagi bajaj-bajaj tersebut.

Hampir semua bajaj itu dalam kondisi rusak berat.

(gridoto.com)

Bajaj oranye dibiarkan pemiliknya karena sudah tidak bisa dihidupkan lagi

Dilansir dari Gridoto.com, bagian bajaj kayak stang dan lampu yang rusak dan berkarat, tempat duduk yang udah nggak tahu ke mana, kap penutup yang usang dan nggak bisa dipakai, serta ban bajaj yang terlihat hilang sebelah, jadi pemandangan unik di tengah padatnya ibukota.

Bahkan ada bajaj yang diselimuti rumput liar.

Namun sebagian besar bajaj masih memiliki mesin.

(gridoto.com)

Meski kelihatan karatan gara-gara terkena hujan dan nggak dipakai lagi, mesin bajaj masih menempel dengan kuat dan utuh di bawah tempat duduk sopir.

Cocok, nih, buat spot foto Instagram buat kamu yang demen foto ala vintage dan dramatis gitu.

(kompas.com)

Nah menurut Wahyudin, warga Gang Makmur sekaligus pemilik bajaj oranye menjelaskan jika belasan bajaj yang usang itu udah cukup lama ditinggalin pemiliknya seiring diterapkannya regulasi bajaj oranye dilarang beroperasi di Jakarta.

Menurut dia, bajaj oranye itu ditinggalin karena para pemiliknya beralih ke bajaj biru yang berbahan bakar gas.

Yah, namanya juga perkembangan zaman.

Yang lama, pasti bakal tergantikan sama yang baru.

 

Sumber : Tribun.travel.com

Editor :   : Lapendos

Komentar

Berita Terbaru