oleh

Panwaslih Proses Laporan Terhadap Helmi Hasan

Bengkulu-bengkuluone.co.id, Laporan Puskaki terkait adanya mutasi oleh Pemkot Bengkulu yang dibatalkan Mendagri ditindak lanjuti Panitia Pengawas Pemilihan Kota Bengkulu, Minggu (1/2/2018) memanggil pihak Puskaki atas laporannya ke Panwaslih.

“Kita melakukan rapat untuk menindaklanjuti laporkan Puskaki,” kata Rayendra, Minggu (11/2/2018).

Selama dua jam rapat digelar antara pelapor, Panwaslih dan penyidik Kejaksaan serta Kepolisian. “Laporan akan kita tindak lanjuti sesuai dengan perundang-undangan, kita akan klarifikasi kepada pejabat yang melakukan mutasi atas surat dari Mendagri yang membatalkan pelantikan itu,” ujar Rayendra.

Dijelaskan Rayendra, pihaknya memiliki batas waktu sampai Kamis depan untuk mengumumkan hasil pemeriksaan terkait surat pembatalan Mendagri. Namun tidak menutup kemungkinan akan selesai sebelum batas waktu. “Lebih cepat lebih baik akan ada kepastian hukum, apabila dari pemeriksaan saksi nanti ditemukan unsur pelanggaran maka akan kita tindaklanjuti,” tambahnya.

Pihak Puskaki yang dihadiri oleh Veri Vandalis menegaskan laporan mereka tidak main-main. “Laporan ini jangan dianggap main-main, apabila tidak ditindaklanjuti kita akan laporkan ke DKPP karena DKPP mempunyai kewenangan mengawasi Panwaslih Kota Bengkulu,” jelas Veri.

Dijelaskan Veri, pihaknya dipanggil atas laporan mereka, yakni adanya pembatalan mutasi oleh Mendagri. “Kita ditanya langsung atas laporan Puskaki, dimana ada surat pembatalan mutasi dari Mendagri atas mutasi Wali Kota Bengkulu Helmi Hasan, pejabat yang dimutasi sebanyak 52 orang terdiri dari eselon III dan IV dilingkungan Pemerintah Kota Bengkulu,” ujar Veri.

“Jalur ini sudah jelas, dari Kemendagri ke Gubernur Bengkulu baru ke Kota Bengkulu, waktu itu sempat menanyakan kepada Plt Gubernur, selaku masyarakat harus tahu terus beliau menyampaikan bahwa mutasi yang dilakukan wali kota era  Helmi itu ada kesalahan ini harus dibuka dan jelas jangan sampai kepada daerah di salahkan karena menyampaikan Informasi yang tidak jelas,” ungkap Veri.

 

Komentar