oleh

Pertumbuhan Ekonomi Bengkulu 2017 Melambat, Ini PR Semuanya

Bengkulu’ bengkuluone.co.id, Perkembangan ekonomi makro Provinsi Bengkulu menjelang akhir tahun 2017 ini, ada yang menunjukan capaian yang positif dan cukup membanggakan, namun ada juga yang perlu negative. Sehingga perlu mendapatkan perhatian serius dan menuntut kerja keras dari Pemerintah Daerah se Provinsi Bengkulu.

Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah mengaku, untuk pertumbuhan ekonomi diakui, Bengkulu dalam tahun 2017 lebih rendah dibandingkan tahun 2016 lalu, meskipun tidak terlalu siknifikan perbedaan angkanya.

Dimana penurunan angka pertumbuhan ekonomi Bengkulu lebih disebabkan kepada belanja pemerintah yang dibuktikan dengan penyerapan anggaran dibandingkan dengan tahun lalu, Pemerintah Provinsi Bengkulu bersama Pemerintah Kabupaten dan Kota secara rata-rata jauh lebih rendah.

“Kendati angka pertumbuhan ekonomi Bengkulu dalam tahun ini menurun, namun masih ada variable yang membanggakan, dimana investasi dan ekspor Bengkulu meningkat. Dimana angka inflasi kita berada pada angka terkendali, artinya ini cukup baik. Sedangkan kemiskinan juga mengalami penurunan, kendati pun belum pada angka yang memuaskan,” jelasnya, Jumat, (15/12/2017).

Lebih jauh dikatakan, berdasarkan laporan dari Badan Pusat Statistik (BPS) soal Nilai Tukar Petani (NTP) Petani bagi Pemerintah Kabupaten dan Kota dalam Provinsi Bengkulu, hanya ada dua komoditas yang bernilai positif, yakni perikanan dan holtikultura.

Sedangkan bidang peternakan dan perkebunan serta lainnya, nilainya negative.
“Arti NTP negative itu sama dengan produktifitas petani kita tidak standar. Begitu juga pengolahan pasca panennya buruk dan industry hilirnya belum berkembang. Untuk itu ketiga persoalan tersebut harus kita pacu, bagaimana meningkatkan produktiftas petani,” pintanya.

Disamping itu ditambahkannya, untuk kondisi social masyarakat Bengkulu, dari evaluasi terakhir untuk Indek Demokrasi menunjukan angka yang positif. Bahkan Bengkulu mendapatkan penghargaan sebagai lembaga penyelenggara demokrasi terbaik nasional.

“Bengkulu mendapatkan penghargaan dari sisi kepatuhan terhadap Hak-Hak Azazi Manusia (HAM). Prestasi itu patut kita syukuri, tapi juga tidak boleh kedepan dan harus dipertahankan dan yang belum dicapai agar diupayakan bisa mencapai target,” tukasnya.(red-3)

Komentar