Tantangan Pendidikan di Bumi Rafflesia

Oleh : Ardiansyah, S.E. (ASN BPS Kab. Seluma)

Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan yang sangat penting bagi seseorang, melalui pendidikan seseorang dapat memahami berbagai hal dan peristiwa disekitarnya, serta melalui pendidikan  dapat menghindarkan seseorang dari kebodohan dan kemiskinan. Selain itu pendidikan juga sebagai investasi jangka panjang  yang akan meningkatkan daya saing seseorang, melatih seseorang untuk berpikir kritis, dan inovatif dalam menghadapi dinamika permasalahan yang akan dihadapi, sehingga kedepannya dengan pendidikan seseorang sanggup untuk berkompetisi dalam menghadapi tantangan di masa yang akan datang. Melalui pendidikan seseorang juga bisa memperoleh kehidupan yang lebih baik untuk memperoleh kesejahteraan dan sikap perilaku yang menjujung tinggi norma-norma kehidupan. Akan tetapi arti pentingnya pendidikan sering terbentur dengan kondisi perekonomian seseorang, banyak dijumpai ditengah masyarakat karena sulitnya kondisi perekonomian, pendidikan dikorbankan karena faktor biaya pendidikan yang tidak bisa dipenuhi.

Biaya pendidikan menjadi salah satu biaya yang penting untuk direncanakan dan dipersiapkan mulai dari jauh-jauh hari, mulai biaya sumbangan pembinaan pendidikan (SPP) bulanan, biaya masuk sekolah, biaya seragam sekolah, biaya daftar ulang, biaya buku, biaya transportasi, biaya les, biaya ekstra kurikuler, bahkan biaya makan siang ataupun uang jajan anak wajib di rencanakan secara matang bagi semua orang tua. Biaya-biaya ini semakin tahun semakin mengalami kenaikan seiring dengan terjadinya kenaikan harga-harga barang atau terjadinya inflasi. Namun patut disyukuri di beberapa sekolah khususnya sekolah negeri, beberapa komponen biaya pendidikan tersebut telah digratiskan oleh pemerintah sampai dengan jenjang pendidikan tertentu.

Komponen-komponen biaya pendidikan inilah yang terkadang menjadi penyebab keberlanjutan pendidikan seseorang, begitu banyak dijumpai berapa  banyak anak yang harus putus sekolah atau yang tidak dapat melanjutkan kejenjang pendidikan yang lebih tinggi karena terkendala biaya pendidikan. Satu sisi negara menginginkan generasi yang berkualitas, yang kelak akan melanjutkan estafet kelangsungan negeri ini, namun disisi lain untuk mendapatkan generasi berkulitas tentunya harus melalui jenjang pendidikan. Bagaimana bisa kesempatan untuk mengenyam pendidikan tinggi tercapai jika biaya pendidikan semakin mahal. Semakin tinggi jenjang pendidikan yang akan ditempuh semakin mahal pula biaya yang harus dikeluarkan, padahal semakin tinggi pendidikan yang didapatkan oleh seseorang maka akan berdampak pula pada semakin luasnya kesempatan untuk memperoleh pekerjaan.

Berdasarkan data yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS), untuk melihat gambaran sejauh mana tingkat pendidikan penduduk di Provinsi Bengkulu dapat menggunakan indikator rata-rata lama sekolah dan harapan lama sekolah. Rata-rata Lama Sekolah (RLS) menggambarkan jumlah tahun yang digunakan oleh penduduk usia 25 tahun ke atas dalam menjalani pendidikan formal, asumsinya pada umur 25 tahun, seseorang sudah selesai mengenyam bangku sekolah. Sementara itu, Harapan Lama Sekolah (HLS) didefinisikan sebagai lamanya sekolah (dalam tahun) yang diharapkan akan dirasakan oleh anak pada umur tertentu di masa mendatang. HLS dihitung untuk penduduk berusia 7 tahun ke atas.

BPS mencatat, rata-rata lama sekolah (RLS) pada tahun 2023 adalah sebesar 9,03 tahun. Angka tersebut menunjukkan bahwa secara rata-rata penduduk 25 tahun ke atas di Provinsi Bengkulu telah menempuh Pendidikan hingga 9,03 tahun atau setara dengan kelas 3 SMP. Sedangkan harapan lama sekolah (HLS) penduduk di Provinsi Bengulu pada tahun 2023 adalah sebesar 13,74 tahun. Artinya anak berusia tujuh tahun yang masuk dunia pendidikan diharapkan mampu bersekolah hingga 13,74 tahun atau mencapai pendidikan setara Diploma I.

Melihat angka rata-rata lama sekolah (RLS) penduduk di Provinsi Bengkulu selama 9 tahun atau setara dengan kelas 3 SMP tentunya harus menjadi catatan bagi kita semua khususnya pemerintah. Tidak dipungkiri bahwa salah satu faktor yang menghambat seseorang untuk dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya adalah faktor biaya, biaya yang mahal akan menyulitkan masyarakat untuk bisa menyelesaikan pendidikan yang lebih tinggi. Problematika ini harus  segera mendapat respon dari pemerintah agar angka rata-rata lama sekolah (RLS) penduduk di Provinsi Bengkulu bisa ditingkatkan lagi kedepannya seperti  apa yang diharapkan bisa mencapai level yang setara dengan sarjana, Namun demikian pemerintah telah mengupayakan berbagai program untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Provinsi Bengkulu. Diantaranya adalah program pendidikan gratis untuk siswa tidak mampu, pemberian Bantuan Operasional Sekolah (BOS), dan Kartu Indonesia Pintar (KIP). Sasaran penerima program dari pemerintah ini hendaknya harus bisa diperluas seluas-luasnya tanpa adanya batasan sampai dengan jenjang pendidikan tinggi harapannya. Biaya pendidikan harus lebih murah atau bahkan bisa gratis sampai jenjang pendidikan tinggi.

Dalam upaya memajukan pendidikan di Provinsi Bengkulu perlu terus meningkatkan kualitas pendidikan dan mengoptimalkan berbagai program dan kerja sama dengan seluruh stakeholder yang ada. Selain itu juga perlu memperhatikan ketersediaan tenaga pendidik yang berkualitas, sistem pendidikan yang baik dan bermutu, pemerataan fasilitas pendidikan seperti tenaga pengajar dan sarana prasarana sekolah, serta yang tak kalah penting infrastruktur yang memadai untuk menunjang kemudahan akses terhadap fasilitas pendidikan juga harus diperhatikan. Dengan semangat kebersamaan pendidikan di Provinsi Bengkulu akan dapat terus maju dan berkembang guna mencapai Bengkulu Maju, Bengkulu Hebat.

Komentar